Pastel Isi Bihun (Baking di Mabes Part 2)


Enjoying weekend with besties and do some cooking is priceless.

Assalamu'alaikum,

Marhaban Ya Ramadan.



Baking di Mabes Dapur Hangus

Apa kabar semua? Bagaimana nih persiapan menuju Ramadan? Kalau saya sih baru sebatas mengumpulkan resep, menu dan beberapa to do list menjelang H-2 Ramadan. Kalau sempat ya (mungkin) saya akan menyetok beberapa hidangan buka puasa yang bisa disimpan di dalam freezer. Kalau tidak sempat (sepertinya kemungkinan ini yang lebih besar dilakukan, hahaha) ya gimana nanti. Lol. 

Anyway, kenapa saya bilang menyetok hidangan buka puasa karena kebiasaan di keluarga kami selalu menyantap beberapa camilan setelah adan Magrib berkumandang. Makan malam dilakukan setelah salat Tarawih, itu pun biasanya saya skip karena keburu mengantuk. Hehehe.

Nah, soal camilan untuk buka puasa saya lebih memilih menyiapkan di awal misalnya H-2 Ramadan. Tinggal digoreng setengah matang (atau diperlakukan sesuai jenis makanan) lalu simpan di freezer. Nanti tinggal di-thawing satu jam sebelum waktu iftar, goreng dan sajikan. Praktis kan? Memang saya tidak menyiapkan selama satu bulan penuh sih, tapi setiap seminggu sekali dan itu cukup membantu. 




Jumat kemarin saya, teh Nancy Ronancy, Ika Rahma dan Irma Desmayanti akhirnya bisa berkumpul lagi di Mabes Dapur Hangus dan mencoba dua resep lagi. Kali ini atas permintaan Irma, kami membuat Pastel Isi Bihun. Sedang teh Nancy unjuk kebolehan dengan resep takoyakinya yang endes.

Soal baking bersama di Mabes Dapur Hangus ini ada ceritanya sih, yang sebetulnya sudah saya tulis dan tinggal menambahkan beberapa paragraf tapi kok males ya (maaf). Jadi kami yang masih unyu dalam hal baking dan cooking ini ingin mencoba resep roti tapi baking bersama. Kenapa bersama? Karena kalau gagal ditanggung bersama! Hahaha.

Jadilah baking pertama kami mencoba Killer Soft Bread yang fotonya kece habis di atas itu. Silakan scroll ke atas untuk menikmati kelezatan fotonya. Lol. 



Sedikit Sejarah Tentang Pastel

Waktu Ika Rahma menyebut soal asal Pastel, saya tercenung. Ika bilang pastel memang makanan Indonesia yang kena pengaruh dari budaya India. Rasanya bukan deh, batin saya kala itu. Tapi saya diam saja sambil mengingat-ingat sejarah pastel (seingat saya dari Spanyol sih) karena takut diusir terus nggak boleh datang lagi ke Dapur Hangus kan saya jadi sedih. --,--





Sampai rumah saya langsung buka buku dan ya memang benar, pastel adalah kue Indonesia yang kental bengaruhnya dari Spanyol. Tahu empanada kan? Empanada adalah lembaran adonan pastri yang ditipiskan, diisi daging dengan rasa yang cukup pedas, dibentuk setengah lingkaran dan pinggirnya dipelintir (bukan cuma plot novel aja yang dipelintir ternyata ya, kak).

Untuk resep takoyaki yang kami buat di Mabes Dapur Hangus, klik Takoyaki

Empanada sendiri berasal dari kata empanar yang berarti membungkus (bungkus) atau mantel dalam roti. Hanya Tuhan yang tahu kebenaran cerita ini tapi mari dipercaya saja. Wkwkwk.

Pengaruh dominasi Spanyol dan Portugis dibawa oleh bangsa Portugis yang merupakan bangsa Eropa pertama yang menjajah Nusantara. Pendudukan Nusantara oleh orang-orang Portugis ini mau tidak mau juga berpegaruh terhadap kuliner Nusantara kala itu. Sementara isiannya sudah mengalami perubahan disesuaikan dengan selera Indonesia. 

Tapi Ika juga tidak sepenuhnya salah karena di India sendiri dikenal Samosa, semacam pastri yang diisi dengan daging berempah yang lumayan pedas dan digoreng. Sementara di Barat sendiri, pastel biasa dikenal dengan fried pie atau pie yang digoreng.


Resep Pastel Isi Bihun

Apakah pastel selalu diisi dengan bihun?

Nggak selalu. Bisa juga diisi kenangan yang mengharu biru. Eh gimana?

Di rumah, saya suka dengan pastel berisi tumisan wortel dan kentang yang dipotong dadu, diberi sedikit soun dan ayam rebus. Jangan lupakan potongan telur rebus yang juga menjadi ciri khas pastel.

Kemarin di Mabes, kami sepakat lebih suka dnegan pastel yang permukaan kulitnya setelah digoreng malah yang beruntus. "Seperti jerawat pecah," kata Teh Nancy. Wkwkwk. Nah, salah satu cara menggoreng pastel dengan permukaan kulit yang bopeng terletak dari kulit (adonan) dan cara menggoreng. 





Gunakan sebutir telur dan terigu protein sedang dalam adonan. Jangan lupa margarin atau mentega, setelah diuleni diamkan sebentar adonan agar mudah dibentuk. Proses ini juga sedikit banyak berpengaruh kalau ingin kulit pastel yang bopeng. Goreng pastel dalam minyak panas dengan api sedang agar tidak menyerap minyak.

Berikut resep adonannya ya. Sementara isiannya, bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.



Bahan:


  • 250 gram terigu protein sedang atau tinggi
  • 1 butir telur
  • 40 gram mentega atau margarin
  • 1/2 sdt garam (kurangi jika memakai margarin atau salted butter)
  • 60 - 80 ml air putih


Cara Membuat:


  1. Dalam baskom yang kering dan bersih, masukkan terigu dan garam. Buat lubang di tengah. 
  2. Masukkan telur di lubang, aduk hingga berbutir-butir. Masukkan mentega, lanjutkan menguleni.
  3. Tuang air sedikit demi sedikit sambil terus diuleni hingga adonan menjadi kalis dan tidak lengket di baskom/tangan.
  4. Istirahatkan adonan selama 5 hingga 10 menit sebelum dicetak. 

Selamat mencoba!

Salam,


Dyah Prameswarie


12 komentar:

Vanisa Desfriani mengatakan...

ini mah fav sha banget teh, apalagi kalo masih anget2 gituu. enaaak :D
ternyata adonannya mesti di istirahatkan dulu ya teh, biasanya kalo liat bu dhe bikin gini tinggal bikin aja. Manfaatnya apa harus diistirahatin dulu? biar ga lengket atau gimana? hehe

Sandra Hamidah mengatakan...

Saya suka pastel dan kebetulan nih mama ada orderan bikin pastel jadi saya share resepnya ke mama ya teh, nuhun❤️

Tian lustiana mengatakan...

pastel favorite aku, enyak enyak enyak, coba lah kirim ke rumah satu aja . catet ah resepnya semoga saja ada keajaiban aku mau bikin hehe

Ida Tahmidah mengatakan...

Pastel makanan favorit keluarga nih, asyik juga ya kalau bikin sendiri :)

Nchie Hanie mengatakan...

Aku paling suka pastel, paling demen kalo dah bantuin si Mama buat pesanan buibu rt/rw ada acara, job jon aku bagian mlintir2 pinggirnya itu loh,hahahaa sampe lihaai ceunah rapih, adekku bagian goreng.
Ahh, seru bikinnya, seru makannya apalagi kalo anget2.
Mauuu icip2lah yang isi bihuun..

Sri Al Hidayati mengatakan...

Waah, patut dicoba ini.. seneng kalau bisa buat resep resep camilan terutama saya yang seneng mgemil.. hehe.. jadi mengingatkan juga buat menyetok hidangan puasa. Makasih ya, Teh πŸ™‚❤️

Larasati Neisia mengatakan...

Baru tau pastel dari Spanyol terus samosa dari India. Tapi ku suka dua2nya teh.. As always suka sama foto-fotonya.. Mupeng πŸ˜†

Malia Siza mengatakan...

Hahahaha takut diusir πŸ˜‚ btw isiannya bisa keju yakan teh? Trus nanti digorengnya di api sedang apa kecil? Ak suka gosong luar dalem belum mateng soale huhu

Uwien Budi mengatakan...

wkwkwk, pastel isi kenangan yang mengharu-biru.

herva yulyanti mengatakan...

nah idem teh wien aku galfok sama pastel isi kenangan haahaa bisa aja bodor bu Paus mah πŸ˜‚πŸ™ˆ

Dian Yuan mengatakan...

Bikini pastel ini lumayan ribet, karena harus satu2 diisi dan dipelintirin😁
Dan susah untuk disimpen mentahnya buat persediaan, suka pada nempel2. Bentuknya jadi gak bagus lagi. Tapi aku suka kalau makannya. πŸ˜‚

Sugi Siswiyanti mengatakan...

Saya catat resep pastelnya,Mbak. Kapan2 tak cobanya πŸ˜‹

Recent

recentposts

Random

randomposts