Banana Bread VS Banana Cake





Punya pisang yang sudah kelewatan matangnya tapi tidak punya mikser? Bikin Banana Bread saja!

Haloo,

Selamat hari Jumat, selamat menunggu senja karena esok sudah waktunya mendulang semangat untuk sepekan berikutnya. 

Omong-omong soal semangat nih, tempo hari saya sedang bersemangat betul ingin membuat banana bread. Selama ini saya selalu membuat banana cake untuk anak-anak dan suami (karena ini satu-satunya cake yang mereka suka) dan selalu 'gagal' membuat banana berad padahal saya penasaran betul. Kenapa gagal? Karean takut anak-anak nggak suka sama tekstur banana bread yang cenderung lebih padat daripada banana cake. 

Kalau mau tahu resep banan cake yang sudah sering saya buat silakan klik Banana Cake atau Fluffy Banana Cake. Di Instagram, saya juga pernah share Banana Cake.

Banana Bread Bukan Roti?

Setahu saya nih, banana bread ini jelas berbeda dengan banana cake. Perbedaannya terdiri dari tekstur dan proses pembuatan. Sementara persamaannya, sama-sama terbuat dari pisang yang ranum dan dicetak memakai loyang loaf.

1. Cara Pembuatan

Banana Cake, biasa dibuat dengan cara sponge cake (mengaduk telur dengan gula terlebih dahulu) atau butter cake (mengaduk gula dan mentega sampai halus terlebih dahulu). 

Sementara Banana Bread yang saya maksud bukan roti pisang seperti yang kita kenal di toko roti, yaitu dengan isian keju atau cokelat ya 😂. Meski sama-sama menyandang 'bread' atau roti, tapi banana bread yang saya sebut di sini adalah jenis roti yang dibuat cepat dan tanpa ragi atau quick bread.

Ketika hal ini saya tanyakan di status Facebook saya, banyak baker yang meng-iya-kan teori yang selama ini saya kenal (bahkan di antaranya menambahi dengan pengetahuan baru 😍). Sementara beberapa orang teman yang awam dengan dunia baking malah menertawakan (LOL). Mereka berpikir jika banana bread adalah roti pisang yang selama ini kita kenal (komentarnya cake = bolu, bread = roti) 😅😅.




Nah, banana bread ini proses pengadukannya seperti membuat muffin. Semua bahan dikeloompokkan menjadi dua: bahan cair dan bahan kering. Kemudian semua bahan cair disatukan, pun dengan semua bahan kering. 

Proses selanjutanya, tinggal mencampur keduanya dan mengaduknya asal rata seperti muffin. Ingat ya, asal rata alias tidak over mixed. Kalau ada tepung yang belum teraduk, biarkan saja. Nanti dia akan terelmusi sendiri. 


Aduk asal rata saja ya 


Karena kalau kita terlalu banyak mengaduk, tekstur banana bread akan jadi keras dan tidak crumbly atau berpasir. Nah ini perbedaan berikutnya nih 😉.

2. Tekstur

Karena banana cake diaduk menggunakan mikser, artinya kita memasukkan gelembung-gelembung udara ke dalam adonan sehingga adonan akan naik (mengembang) dan memberikan tekstur yang ringan dan empuk. 



Ini berbeda dengan banana bread yang diaduk asal rata saja. Apalagi penggunaan tepung yang lumayan banyak dibanding dengan jumlah telur yang hanya dua butir, tesktur banana bread lebih berat dan berpasir, berbeda dengan banana cake. 

Bahkan di situs Chow Hound disebutkan bahwa banana cake biasanya disajikan bersama icing (misalnya chocolate icing atau lemon icing), sementara banana bread tidak menggunakan icing.

3. Waktu Penyajian

Ini yang tidak kalah menarik, yaitu waktu penyajian. Katanya nih, banana cake biasanya disjaikan sebagai makanan penutup atau saat jamuan minum teh sementara banana bread bisa digunakan untuk sarapan (mungkin karena kepadatannya) dan dioles dengan sedikit mentega. 

Karena resep banana cake sudah sering saya share, kali ini saya share resep banana bread saja ya. Resep ini saya adaptasi dari Joy of Baking.


BANANA BREAD


Bahan:

230 gram tepung terigu serbaguna
100 gram gula pasir (saya pakai 80 gram saja)
40 gram gula palem
1 sdt baking bowder
1/4 sdt soda kue (saya skipped karena tidak ada stok)
1/4 garam
1/2 sdt kayu manis (saya pakai 1 sdt)
2 butir telur ukuran besar
113 gram butter, cairkan
450 gram pisang (saya pakai 4 buah pisang ambon) haluskan
1 sdt vanilla ekstrak
50 gram almond (optional, tambahan saya)

Topping:

1 buah pisang, iris tipis
(optional, gunakan sesuai selera misalnya almond, granola atau chocolate chips)

Cara Membuat:

1. Panaskan oven bersuhu 160 derajat Celcius. Oles loyang loaf atau gunakan baking paper, sisihkan.
2. Dalam mangkuk besar yang bersih dan kering, campur semua bahan kering, aduk rata. Kemudian saring.
3. Dalam mangkuk yang lain, campur semua bahan cair (termasuk pisang yang sudah dilumatkan), aduk rata. 
4. Masukkan bahan cair ke dalam bahan keirng, aduk asal rata saja. 
5. masukkan adonan ke dalam loyang, taburi toppping. 
6. Panggang selama kurang lebih 30 - 40 menit (tergantung kondisi oven) sampai matang.
7. Lakukan tes tusuk. Keluarkan dari oven dan dinginkan.
8. Banana bread siap disajikan.



Nah, kalau penasaran dengan perbedaan yang saya sebutkan di atas, silakan dicoba saja sendiri. Menurut saya, keduanya sama-sama enaknya meski berbeda tekstur. 

Selamat bersenang-senang di dapur ya.

Salam,

Dydie Kitchen Hero

14 komentar:

Raisa Febriawati mengatakan...

Gak nyesel tersesat dimari pagi-pagi jadi punya tambahan dua resep baru. Bahan-bahan juga gak gampang jadi pengen praktekin segera semoga gak gagal... Makasih teh dy 😘

Uwien Budi mengatakan...

Simpen resepnya aaaah.

Risky Nuraeni mengatakan...

Pagi pagi baca resep gini, jadi pengen sarapan lagi [loh] mumpung besok weekend bisa dicoba nih resepnya.

Gita mengatakan...

Sepertinya saya belum pernah nyobain banana bread..kalo banana cake pernah. Jadi penasaran gmn rasanya. Tfs ibu paus😙

Sandra Hamidah mengatakan...

Hmmmm menggoda untuk dicoba tapi entah kapan Teh, saya belum tertarik baking padahal mama saya jago bikin kue roti dll, makasih infonya ya❤️

Rani Yulianty mengatakan...

Kabita ku banana bread, jadi pengen coba bikin, mudah-mudahan sukses, nyontek resepnya yaa, ibu paus

Sintha Novia Putri mengatakan...

Ya ampuuun teeeeh bikin laper bacanya, menggoda banget atulaaah jadi ingin icip huhu :(

Maria G.Soemitro mengatakan...

Wah keabisan gula palem

Pernah nyoba pake gula merah /gula aren ngga bu Paus?

Armita mengatakan...

Aku kirain sama, ternyata beda ya.. Wah dapat pengetahuan baru.
Mauuuu donk banana bread nya, tapi kutak punya oven. Dikukus aja bisa gak si Teh?

Larasatinesa mengatakan...

Apapun yang berhubungan sama banana aku pasti suka. Dirumahku juha paling favorit bikin banana cake. Aku harus kasih liat ibu aku nih resepnya mumpung sebagian besar bahannya ada dirumah 😁

Tian lustiana mengatakan...

Masya Allah ini godaan banget, liat tampilan fotonya saja sudah bayangin rasanya yang enak, ngiler to the max

Nathalia DP mengatakan...

Wah cocok nih buat saya, soalnya blum punya mixer

Nia K. Haryanto mengatakan...

Waduuuh, ngiler jam segini lihat olahan pisang. Maoooo :)))

Turis Cantik mengatakan...

Aku sukanya banana bread karena tekturenya lebih enak kalau di celup ke kopi atau teh. manteb!

Recent

recentposts

Random

randomposts