Pengalaman Memeriksakan Kittens di Puskewan Cimahi



Kucing adalah pendengar terbaik. 
Ia tahu kesedihanmu, membalaimu halus agar sedihmu hilang. 
Pun ketika engkau merasa ria, 
ia akan selalu ada untukmu. 

Halo, 
Apa kabar semua? Semoga dalam keadaan sehat ya. Di Cimahi masih terik meski sempat turun hujan. Rasanya sudah kangen banget mendengar suara hujan setiap hari.

Omong-omong soal cuaca yang terik (mencapai hampir 32 derajat Celcius), sebetulnya cuaca di Cimahi juga nggak menentu. Siang hari memang terik, tapi angin berembus kencang. Nah, saat malam, pun sama. Bahkan udara semakin dingin. 

Ini nih yang membuat dua kittens kami, Cimung dan Kimu, bersin-bersin dan ogah makan. Melihat anak-anak kucing yang sakit, kami langsung memberi mereka obat dan vitamin. Memang ada perubahan, tapi tidak banyak. 




"Kita bawa ke puskewan saja, yuk. Takut seperti kemarin, meninggal..." ajak saya pada suami yang langsung disetujui. 

Sebelum ini kami memang kehilangan tiga anak kucing. Dua di antaranya karena sakit dan terlambat ditangani, sedang seekor lagi tidak terurus karena dibawa si induk pindah ke tempat lain 😭😭.




Oh ya, ini adalah kesempatan saya memelihara kucing setelah sekian lama (lama sekali, hiks) tidak memelihara kucing. Padahal saya pecinta kucing, loh. Tapi pengalaman kehilangan itu begitu membekas sehingga saya nggak mau kehilangan atau ditinggalkan kucing lagi. Sedihnya itu loh...luar biasa. 

Nah, ketika kittens kami meninggal beberapa waktu yang lalu, saya sempat down. Tapi tidak saya perlihatkan sama suami. Kali ini saya tidak ingin kejadian tersebut terulang lagi. Maka, dengan hati cemas (khawatir biayanya yang tinggi), saya nekat membawa kittens kami ke puskewan Cimahi. 

Ternyata Antri Yaaa

Begitu sampai di halaman dan menemukan beberapa pengunjung terlihat seperti sedang menunggu, saya langsung bete. Hahaha. Menunggu adalah pekerjaan paling membosankan dan paling saya benci. 

Begitu masuk, ternyata pengunjungnya jauh lebih banyak. Hahaha. 

Dapat antrian berapa, Bu? 
38

Sekarang antrian ke berapa?
27

😭😭😭😰😰😰





Yo wislah ya, udah terlanjur. Masa mau balik lagi? Mana jarak antara puskewan dan rumah saya lumayan jauh. AKhirnya dengan sabar kami menunggu giliran. 

Eh tapi sebelum itu, kami diminta untuk membayar registrasi sebesar Rp.20.000,- per ekor kucing dan mendapatkan kartu berobat. Wkwkwk. Saya langsung ngikik. Lah wong kartu berobat saya aja sering lupa naruhnya di mana. 

Bayar registrasi di meja ini ya. 


Di sana, saya dan suami ngobrol dan bertemu anabul (anak bulu) yang lucu-lucu. Kebanyakan sih kucing, tapi ada tiga ekor anjing juga yang diperiksa. Untung nggak ada yang bawa buaya gitu ya. Kalau ada, saya kabur duluan. 😰😰


Ruang tunggu. Ketika puskewan sudah mau tutup. Wkwkwk.


Pelayanan di Ruang Periksa

Dan akhirnya giliran kami pun tiba. Kami bertemu dengan KOAS, yang kami panggil dengan dokter Risa. Dokter yang cantik lagi ramah. Mudah-mudahan gemar menabung juga. Laaah... 

Sebelum diperiksa, Cimung dan Kimu ditimbang dengan timbangan digital. Huhuhu, sedihnya saya ketika berat mereka belum memenuhi standar BBKN alias berat badan kucing nasional. Hahahaha, becanda ini mah 😰😰. 




Cimung disuntik bu dokter deh 

Ternyata selain pilek kedua keseyengan saya ini kena radang tenggorokkan. Yaelaaah, kalian jajan apa sih di sekolah? 

Yawdah, akhirnya mereka disuntik antibiotik dan vitamin. Setelah itu keduanya disarankan harus di nebulizer selama 15 menit. Ini saya udah deg-degan aja, nih, kira-kira berapa ya biayanya. Lol. 

Oh ya, mereka juga dapat obat dan vitamin (yang kelihatannya vitamin untuk meningkatkan nafsu makan, karena setelah itu mereka jadi eating machine, hahaha). Obatnya puyer tau! 😰😰

Syukurlah dokter Risa menerangkan dan mencontohkan gimana caranya minuman obat untuk dua bocah lincah ini. Dokter Risa juga baiiiik banget menjawab banyak pertanyaan dari kami termasuk tentang makanan kucing. 

Tahu kan racikan makanan yang beredar di kalangan pecinta kucing? Tempe yang sudah dikukus + ikan segar atau kepala ayam (dikukus juga) lalu diblennder hingga halus. 

Ternyata ini diperbolehkan, loh!

Alasannya karena tempe juga sumber protein untuk kucing. Tanpa sayuran atau nasi ya! Karena kucing adalah karnivora sejati, jadi mereka butuh protein. Berbeda dengan anjing, ya masih bisa makan sayuran. Begitu.

Setelah ngobrol lama, akhirnya kedua anabul ini masuk ke dalam "ruangan" nebulizer. Halah, wong cuma kontainer plastik dialiri uap aja kok 😰😰. Mereka di sana selama 15 menit, kemudian baru diperbolehkan pulang. 

Apotek Khusus Hewan

Eh, tadi sebelum keluar dari ruangan periksa, kami diberi resep yang harus diambil di apotek. Ternyata apotek hewan ini tepat berada di dekat pintu masuk puskewan. Syukurlah, karena menurut seorang teman, apoteknya jauh dan harus bolak balik antara puskewan dan toko. Saya dan suami sudah mengantisipasi ini dengan naik motor ke puskewan. Alhamdulillah malah dimudahkan.




Setelah memberikan resep, kami menunggu cukup lama karena apotekernya cuma satu. Hahaha. Yang mana sepertinya semua obat diberikan dalam bentuk puyer. Jadilah mbak apotekernya harus meracik semuanya sendiri. 




Obatnya banyak ya, anabulku 😰. Tabahkan hatimu keseyengenku, biar cepat sembuh dan menggendut 😚.

Jadi berapa biaya yang saya keluarkan untuk memeriksakan dua kitten ini? Hmm, let see..

Biaya registrasi untuk dua ekor kucing Rp.40.000,-
Biaya nebulizer Rp.20.000,-
Obat dan vitamin Rp.20.000,-
Biaya suntik Rp.15.000,-

Total Rp.95.000,- saja. 

Alhamdulillah masih terjangkau.

Kalau ditanya, puas atau enggaknya dengan layanan di puskewan Cimahi, saya akan bilang PUAS BANGET. Petugasnya ramah dan mau menjelaskan. Di tempat pemeriksaan, dokter dan asistennya juga ramah terhadap anabul dan orang tuanya. Begitu juga dengan mbak apotekernya. Entahlah kalau dengan layanan yang lain, misal rawat inap dan sebagainya. 

Tempatnya juga bersih dan rapi. Cuma lokasinya saja agak susah dijangkau dan sedikit tidak ramah anabul, hehehe. Ya karena saya ngebayanginnya di sana ada taman bermain dengan rumput yang hijau jadi anabul bisa menunggu dengan hati riang. Lol. 

Oh iya, tempat ini buka dari hari Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 - 12.00 wib. Hari Sabtu dan Minggu tutup. Jadi yang mau memeriksakan anabulnya, tolong dikondisikan dengan jadwal ini ya. 

Untuk alamat dan nomor telepon, berikut map, saya sertakan di bawah ini ya. 

Salam,

Dyah Prameswarie



Alamat: Jl. Sukimun, RT.003/RW.004, Baros, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat 40521

Telepon: 022-6656753 
Jam Buka: 
Senin08.00–12.00
Selasa08.00–12.00
Rabu08.00–12.00
Kamis08.00–12.00
Jumat08.00–12.00
SabtuTutup
MingguTutup






4 komentar:

  1. Waah, another penyayang kuching!

    BalasHapus
  2. Waaah! Aku pernah tuh gak sengaja lewat pas kesasar di baros. Pas liat jadi kepikiran ngerawat anabul. Tapi takut nggak sanggup toilet trainingnya ��
    Bisa share gak mba, Dy?

    BalasHapus
  3. Aku juga pengen banget bis melihara kucing lagi. Rara udah ngringik muu minta pengganti si Mischa yang ilang. Sehat terus ya anabul bu Paus

    BalasHapus
  4. Semoga lekas sembuh Cimung dan Kimu, nurut sama ibuk & ayah jangan jajan sembarangan ya di sekolah. Salam dari Kakak Pecak di Cipamokolan yang suka banget sama telur dadar :)))

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca blog saya. Saya akan senang membaca komentarmu. Mohon tidak meninggalkan link hidup ya. :)

Recent

recentposts

Random

randomposts