Setengah Hari Ke Pabrik Ajinomoto



Apa sih yang pertama kali tercium saat melangkahkan kaki ke pabrik MSG?

Aroma Umami!


Serius loh. Ketika awal November lalu, tepatnya 7 November 2018, saya berkunjung ke Pabrik Ajinomoto; ciri khas yang langsung saya kenali adalah aroma UMAMI yang gurih! Hihii. Generasi micin, sih. 



Bersama 29 blogger lainnya, saya tergabung dalam Blogger Goes To Ajinomoto Factory yang khusus mengunjungi pabrik Ajinomoto di Karawang Timur. Perjalanannya cukup mudah dan lancar, alhamdulillah. Dan wisata pabriknya mencerahkan. 

FROZEN BREAD

Begitu sampai di kantin (tempat kami berkumpul), kami langsung disuguhi frozen bread dari Ajinomoto. Roti berupa pastry yang diisi diplomat cream yang lembut. Sengaja harus dimakan saat frozen (dengan suhu tertentu tentunya, untuk mempertahankan kelezatan roti) agar tekstur dan cita rasanya terjaga. Dan memang enak loh. 



Tunggu.

Biar saya jelaskan dulu kenapa kok ada frozen bread di Pabrik Ajinomoto ya, hihihi. Jadi nih, di Pabrik Ajinomoto yang ada di Karawang Timur ini, mereka juga memproduksi frozen bread di bawah asuhan Ajinimoto Bakery. Roti-roti ini diistribusikan di hotel dan mini market. Jadi belum langsung ke pelanggan ya, gaes. 



Sambil menikmati diplomat cream berbalut flaky pastry yang enak, kami diajak untuk mengetahui lebih dekat proses produksi di pabrik ini. Pabrik yang berada di Karawang Timur ini menempati lahan sleuas 16,6 hektar yang memproduksi 3 varian produk yang berbeda. Yaitu Saori, Masako, dan Tepung Sajiku.

Nah, MSG yang melegenda itu, Ajinomoto; diproduksi di pabrik yang berada di Mojokerto. Ini agar bahan utama MSG, yaitu tebu dapat dengan efisien diperoleh dan didistribusikan ke pabrik.

Penjelasan ini kami dapatkan lewat penjelasan bapak Nico Andrias selaku Manager Finance and GA PT. Ajinomoyo Indonesia.



PT Ajinomoto Indonesia didirikan pada tahun 1969 di Jakarta. Pabrik pertama  didirikan pada tahun 1970 yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur. Produk utama yang diproduksi adalah penyedap rasa Ajinomoto. Kemudian didirikan pabrik kedua yang berlokasi di Kawarang pada tahun 2012. Di pabrik yang berada di kota industri ini, dibuat berbagai produk bumbu masak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Selain kedua pabrik tersebut, PT Ajinomoto juga mendirikan Ajinomoto Bakery pada tahun 2015. Dengan menggunakan Japan Technology dan Japanese Staff yang bepengalaman, pabrik ini mulai beroperasi pada Bulan Agustus 2016.


SAORI

Setelah mendapatkan penjelasan tentang profil pabrik Ajinomoto dan standar keselamatan, akhirnya kami diajak ke pabrik pertama, yaitu SAORI. Ada yang pakai Saori?



Saya masih pakai Saori untuk saus tiramnya. Bahkan saya memakainya untuk usaha kuliner saya, Ibu Paus Frozen Food loh. Jadi, saus tiram ini memang dibuat dari tiram asli sehingga mengasilkan rasa yang benar-benar umami. Inilah yang saya cari ketika menambahkan Saori di dalam masakan saya.



Di pabrik ini, kami diberi penjelasan bagaimana Saori diproduksi. Mulai dari pemilihan bahan yang berkualitas hingga pengemasan yang higienis. 

Ada beberapa spot foto yang menarik pula, loh. 

MASAKO

Area kedua yang kami kunjungi adalah MASAKO. Seperti ketika di area pertama, di sini kami mendapat penjelasan tentang produksi MASAKO yang ternyata telah mengalami perubahan dalam kemasan. Selama ini nggak pernah memerhatikan sih, tapi ketika melihat timeline jadi ngeh dan takjub. 



SAJIKU

Area terakhir yang kami kunjungi adalah pabrik SAJIKU. Dari seluruh area pabrik, area inilah yang benar-benar baru beroperasi sejak Desmeber 2017. Bulan depan baru setahun!

Di area ini adalah area yang paling menyenangkan untuk pengunjung karena banyak spot foto, hihihi.

Nah, di sini pula kami sempat melihat kegiatan pengemasan dan pengecekan berat. Ketika sudah dikemas, beberapa karyawan menimbang dan memastikan beratnya sudah seusai. Uniknya, masih ada tahap selanjutnya yaitu pengecekan berat yang dilakukan oleh robot. Kemasan-kemasan yang tidak memeuhi syarat berat otomatis disisihkan. Dan kata pak Nico, kemasan-kemasan ini akan segera dibung. Duh sayang banget.

Setelah puas berkeliling pabrik, tiba saatnya kami dijamu di kantin tempat kami disambut tadi. Menunya soto yang unik dan enak, karena baru pertama kali ini saya makan soto dengan bumbu seperti ini. Kuahnya light tapi bercita rasa umami. 

Setiap bulannya pabrik di Karawang Timur ini juga menerima kunjungan dari semua kalangan kok. Bukan hanya dari blogger atau media saja. Untuk info lebih lanjut, silakan hubungi website mereka ya. 





2 komentar:

Nchie Hanie mengatakan...

Wah, senengnya yang ke Pabrik, jadi tahuu ya prosesnyaa. Atulah liat rotii jadi lapeer jam seginii..

Triani Retno A mengatakan...

aroma umami yang cuankie ya, Dy :D
btw, yang di dalam roti itu namanya diplomat cream ya?

Recent

recentposts

Random

randomposts