Cinta dan Doa Dalam Sekotak Bekal Makan Siang




"It's nice to just be a kid and hang out with your friends at lunch." - Karlie Kloss

Memang menyenangkan menjadi anak-anak dan nongkrong bareng teman saat makan siang.


Time Do Flies

Beberapa pekan ini memang menjadi pekan yang emosional untuk saya dan suami. Bagaimana tidak, anak sulung kami, Afif, sudah memulai kuliah di universitas pilihannya. Rasanya baru kemarin saya membuainya dalam gendongan sambil menyanyikan lagu Nina Bobo. Rasanya baru kemarin saya mengantarnya ke play group. Baru kemarin saya  mengantarnya ke klinik khitan, rasanya baru kemarin saya memeluknya erat ketika lulus SD. Kemudian masa-masa ABG yang rupanya banyak kerikil namun bisa kami lalui bersama itu muncul dalam ingatan saya. Masa-masa 'pemberontakan' ketika sudah mulai merasa dewasa tapi kadang masih abai terhadap tanggung jawab. 




Kemudian tak terasa kami sampai di titik ini... Melihatnya memakai jas almamater, membuat saya terenyuh. Laki-laki sulung kami menjadi begitu dewasa, begitu percaya diri untuk menjemput impiannya. 

Lalu...

"Mi, besok kakak tetap bawa bekal makan siang loh, ya."

Lol.

"Memangnya nggak malu, kak, sudah kuliah masih bawa bekal dari rumah?"

"Ngapain pake malu segala? Lumayan juga kan ngirit terus udah pasti enak."

Kebiasaan dari SD nih, Afif selalu minta dibikinkan bekal makan siang. Dia tipe anak yang cerewet soal rasa makanan. Meskipun menunya istimewa kalau rasanya biasa saja, Afif akan protes. Sebaliknya meski menu tempe penyet sekalipun, tapi kalau rasanya pas, dia pasti nambah dan memuji masakan saya. 

Pernah sewaktu SD, saya berlangganan katering sekolah untuk Afif. Ya agar tugas saya lebih mudah dan supaya Afif dapat ragam menu yang berbeda (menu katering sudah dibagikan sebelum memesan). Eh ternyata jarang sekali dihabiskan (bahkan malah dibawa pulang dalam keadaan utuh) dengan alasan, "Nggak enak."




Kebiasaan itu kemudian berlanjut sampai Afif duduk di bangku SMA beberapa waktu yang lalu. Setiap pagi, saya masih harus berkutat di dapur, menyiapkan sarapan dan bekal makan siang untuk Afif. Pun dengan bekal kudapan untuk Altaz (6 tahun). Meski menu dan bahan sudah saya siapkan sehari sebelumnya, tetap saja terkadang saya mengalami kerepotan apalagi kalau bangun kesiangan. Hehehe. 

Tapi melihat kotak makan yang kembali dalam keadaan kosong dan ucapan, "Mi, tadi nama makanannya apa? Enak banget! Besok  lagi ya?" membuat saya bahagia. Banget. 

Dan untuk itu, saya nggak keberatan masuk dapur pada dini hari sekalipun demi makan siang yang lezat untuk kedua buah hati saya. 

Ada Banyak Cinta dalam Sekotak Bekal

"Memang kelihatannya lebih murah dan praktis, tapi kan kamu belum masukkan biaya cepek yang kamu keluarkan selama masak. Termasuk biaya ilmu yang sudah kamu dapat. Jadi ya tetap saja, membawa bekal makan siang sendiri masih tergolong lebih mahal dan ribet," ujar seorang teman-pengabdi-makanan-warung-sebelah.

Sebetulnya saya bukan tipe kitchen hero yang mempermasalahkan apakah seseorang harus masak sendiri atau membeli di vendor makanan. Terserah saja deh, karena kondisi setiap ibu dan pasukannya pasti berbeda-beda. Yang beli makanan setiap hari belum tentu seorang kitchen hero yang buruk, sebaliknya seorang ibu yang selalu masak sendiri bukan selalu kitchen hero yang baik.




Tapi memasak dan menyiapkan bekal makan siang untuk anak-anak adalah hal istimewa untuk saya. Ada banyak cinta dalam sekotak bekal yang sudah ibu siapkan untuk anak-anak dan suaminya. Ada banyak pengharapan yang diterbangkan ke langit ketika seorang ibu menata bekal untuk anaknya. Ada banyak doa yang terselip ketika seorang ibu terbangun di awal hari, bersedia repot demi bekal makan siang. 

Agar tidak terlalu repot dan banyak menghabiskan waktu di dapur, saya punya beberapa tips agar menyiapkan bekal makan siang jadi lebih menyenangkan dan mudah. Ini dia:

  • Rencanakan dan tulis menu bekal makan siang dalam waktu tertentu. Kalau saya sih seminggu sekali. Ini untuk memudahkan persiapan dan menyingkat waktu.
  • Untuk menu lauk pauk, siapkan beberapa hari sebelumnya. Misalnya homemade nugget atau spicy wings atau makanan lain yang memiliki jangka waktu simpan lebih panjang. 
  • Untuk makanan yang usia simpannya pendek, beli dan simpan sehari sebelumnya misalnya sayuran atau beberapa buah agar kualitas dan nutrisnya masih terjaga baik.
  • Gunakan kotak makanan dengan kualitas food grade alias yang aman untuk makanan dan tidak mengandung bahan berbahaya.
  • Pilih menu yang mudah disiapkan dan perhatikan kebersihannya. 
  • Agar tidak ada makanan  tersisa (karena anak tidak suka), ajak anak berdiskusi pilihan menu yang sudah ibu siapkan. 


Julie's Peanut Butter Sandwich dan Julie's Choco More Sandwich

Agar anak tidak bosan, jangan lupa selipkan buah-buahan segar atau kudapan ringan yang bisa melengkapi menu anak. Seperti Julie's Peanut Butter yang selalu saya sertakan dalam bekal anak-anak. Saya tidak perlu repot membuat kudapan lagi untuk bekal makan siang anak-anak. Nanti malah jauh lebih repot, jadi mending saya siapkan yang lebih praktis saja.






Dan ternyata sekarang Julie's punya varian baru, yaitu Choco More. Waaah ini sih favorit Al, karena Al suka banget makanan yang terbuat dari cokelat. Bedanya dengan Julie's Peanut Butter Sandwich adalah, Julie's Choco More Sandwich ini terdiri dari bikuit cokelat dengan filling krim cokelat yang lembut dan enak. 

Nah, apa sih yang membuat saya memilih Julie's Peanut Butter Sandwich dan Julie's Choco More ini?

  • Halal
Untuk seorang muslim, penting sekali memilih dan mengomsusi makanan halal. Selain baik untuk kesehatan, mengonsumsi makanan halal adalah bentuk ketaatan kami terhadap aturan Islam. Nah, baik Julie's Peanut Butter Sandwich dan Julie's Choco More Sandwich ini sudah mengantungi sertifikat halal. 



  • Harga Terjangkau
Per bungkus (kemasan 90 gram isi 12 keping biskuit), harganya hanya 8500-an tapi sudah dapat kebaikan selai kacang dan biskuit renyah. Tentu ini pilihan bagus buat ibu-ibu macam saya, yang slelau ingin mengeluarkan sedikit uang tapi mendapat banyak manfaat, hihihi. 
  • Enak
Kalau setia dengan blog ini, saya pernah menulis bahwa alasan saya menyukai Julie's Peanut Butter adalah selai kacangnya yang tidak terlalu manis dan after tastenya yang bersih alias tidak bikin eneg. Biskuitnya pun renyah.
  • Praktis
Karena sudah menyiapkan bekal makan siang, untuk kudapan saya lebih memilih yang praktis saja deh. Baik Julie's Peanut Butter Sandwich atau Julie's Choco More Sandwich mudah ditemukan di Indomaret dekat rumah. 
  • Mengandung Segala Kebaikan
Banyak yang takut dengan selai kacang yang konon katanya banyak mengandung lemak. Padahal kandungan lemak dalam selai kacang justru baik untuk kesehatan tubuh jika dikonsumsi secara tepat alias tidak berlebihan. Dalam selai kacang (yang terdapat di setiap keping biskuit Julie's) terdapat monounsaturated fat alias lemak tak jenuh tunggal yang jika dikonsumsi dengan tepat akan membantu mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh. 




Jangan khawatir soal kandungan gizi. Kedua produk ini juga mengandung serat, protein, potassium dan antioksidan. Lengkap kan sebagai kudapan?

  • Bisa Dikreasikan 
Nah ini nih keunggulan Julie's Peanut Butter Sandwich dan Julie's Choco More Sandwich, biskuit-biskuit enak ini bisa dan cocok dikreasikan menjadi makanan apa saja. Dimakan gitu saja memang sudah enak kok, tapi kalau dicelup susu pasti bakal lebih istimewa lagi. Atau dijadikan topping brownies. ENAAAK BANGET (ini jujur loh, cobain sendiri deh). Resepnya bisa dicoba di sini BROWNIES TOPPING JULIE'S PEANUT BUTTER .



Salah satu kreasi saya untuk mempertahankan kelezatan kedua biskuit ini adalah mencelupkannya ke dalam cokelat leleh. Al suka banget dengan kreasi Julie's Peanut Butter dan Julie's Choco More Sandwich yang satu ini. Untuk kudapan anak-anak memang jadi terkesan mewah dan istimewa. 

Lomba #BekalCintaJulies Kembali Hadir

Sudah tahu belum kalau lomba Bekal Cinta Julies hadir lagi? Seperti tahun kemarin, hadiahnya menggiurkan banget.  Saya tulis di sini ya:


  • Juara utama mendapat hadiah sneilai total Rp 5.000.000,- berupa Tupperware/Lock&Lock set + uang tunai + produk.
  • 5 pemenang hiburan mendapat hadiah sneilai total Rp.1.000.000,- berupa Tupperware?lock&Lock set + produk


Caranya cukup mudah kok. Olah bekal makan favorit dengan Julie's Peanut Butter Sandwich atau Julie's Choco More Sandwich di dalamnya, foto dan upload di Instagram dengan kisah menarik di balik bekal tersebut. Jangan lupa untuk ya fotonya harus relevan dengan isi cerita.  Untuk ketentuannya selengkapnya bisa dibaca di sini ya. 


Tunggu apa lagi, yuk segera kreasikan bekal untuk anak-anak atau suami, tulis kisahnya dan segera upload di Instagram. Siapa tahu Mom yang beruntung.

Salam,


Dyah Prameswarie

17 komentar:

herva yulyanti mengatakan...

ah senangnya jadi anak ibu paus ku mupeng dengan semua bekal cintanya dari bu Paus :p
jadi inget almh. mamah deh bekelin makan begini saat udah kuliah :)

btw aku salah satu yang belumcobain nih biskuit Julies jadi laper jam segini liat ini cus besok ke minimarket ah

Tian lustiana mengatakan...

Yang cokelat itu menjadi bekal favoritenya neng Marwah, katanya cocok dijadiin pencuci mulut hehehe

Sri Al Hidayati mengatakan...

Teh Dyah ga nyangka udah punya anak yang kuliah. Seneng yaa pastinya anak minta dibuatkan bekal, terlebih teh dyah jago mengkreasikan makanannya bikin mood langsung happy. Review nya saya suka �� moga menang teh

Sandra Hamidah mengatakan...

So sweet banget, ibu paus emang juara kreatif dan inovatif 😊

Ima Rochmawati mengatakan...

Bikin nangis bacanya... belom apa2 udah cirambay. Afif pasti bahagia banget punya Ibu pinter masak.

Siti Fauzia mengatakan...

Bacanya bikin campur aduk, ada haru dan bangga. Luar biasa nih ibu Paus juaraaaa banget.

Time flies, tau-tau anak udah kuliah aja ya. Hehe. Hebat Afif masih seneng bawa bekal dari rumah.

Btw, Julie's peanut butter sama choco more enak banget ya, cocok buat bekal.

Nchie Hanie mengatakan...

Aku juga mau donk kaya Afif dibekelin Maksi sama Ibu Paus, pasti dimakan ko. Mau 2 misting juga dengan senang hati menerima..

Apalagi ada biskuit kesukaanku, cihuuy!!

susie ncuss mengatakan...

aku sampai skrg masih malas buat bekel sendiri, teh.
paling banter bawa nasi ke kantor, abis itu berpetualang nyari sayur mayur dan lauk di kantin kantor, xixixi.

Uwien Budi mengatakan...

Mantul, teh. Mantab betul tulisannya.

Armita Fibriyanti mengatakan...

Afif gantengnyaaaa sudah besar masuk kuliah ya. Memang masakan Mama selalu terngiang ya sampai bekal pun lebih enak buatan Mama. Kalau udah biasa makan masakan Mama aneh ya rasanya kalau makan makanan orang lain

Euisry Noor mengatakan...

Wih, puteranya udah bujang ya Teh. Keren sih kata akumah lbh suka bawa bekal dari rumah, pasti ibunya berbunga2 dinilai masakannya enak ^^.

Aku jadi kepengen coba kreasi Julie's yg topping brownies... It soundsystem yummy...

Rani Yulianty mengatakan...

Waah teh didy ternyata sudah punya anak bujang, duh kotak bekalnya begitu menggoda selera, ini dibuat dengna penuh cinta

Raisa Febriawati mengatakan...

Setuju banget bahwa ada cinta disekotak bekal, cinta agar keluarga makan makanan sehat gak khawatir karena kita sendiri yang buat :)

Kotak bekalnya jadi inspirasi buat kotak bekal anakku juga nih :D

Kanianingsih mengatakan...

ga nangka, mba Dyah punya anak yang sudah kuliah

Nathalia DP mengatakan...

Wuah, udah kuliah pun masih tetap minta dibawain bekal, asyiknya :)

Evi Sri Rezeki mengatakan...

Bekal makan siangnya kayaknya enak. Selalu ngacay lihat masakan Teh Didi.

eva sri rahayu mengatakan...

Teteh... Aku terharu baca postingannya.
Anak-anak rasanya cepat sekali besar 😭😭😭

Recent

recentposts

Random

randomposts