Memilih Halal Food Sebagai Halal Lifestyle di Era Milenial


Sebagai Muslim yang taat, 
patutlah kita hanya mengonsumsi makanan yang halal dan thayyiban.



Mengonsumsi Makanan & Minuman Halal 

Halo,
Assalamu'alaikum semua 😊. Bagaimana puasa Ramadannya, masih segar ya? Semoga keberkahan menyertai amai ibadah kita semua hari ini. Aamiin. 

Omong-omong soal puasa Ramadan, ada nggak sih yang menu-menu di rumahnya jadi agak istimewa? Ya, baik yang dibeli dari warung terdekat atau yang dimasak sendiri. Selalu ada yang istimewa tentang menu-menu selama bulan puasa. 


Jeli Memilih & Mnegonsumsi Makanan Halal
(Foto: Dok. Pribadi)


Nah, bicara soal makanan dan minuman untuk sajian selama berbuka dan sahur di bulan Ramadan nih, saya lagi ingin ngobrolin soal halal atau tidaknya bahan makanan yang kita olah dan konsumsi. Well, bukan hanya di bulan Ramadan saja sih, tapi di hari-hari lain sepanjang hidup kita sebagai Muslim yang taat.

Apa sih makanan halal itu? Menurut sebuah buku yang saya baca, dalam bahasa Arab, kata halal merujuk pada kata Halla yang artinya lepas atau tidak terikat. 

Artinya, makanan dan minuman yang kita konsumsi haruslah yang bebas atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang melarangnya. Dalam hal ini tentu yang tidak dilarang syariat untuk diproduksi, dikonsumsi dan dikomersialkan. 

Sementara Thayyib memiliki arti lezat, baik dan sehat. Terkait dengan makanan, tentu saja makanan yang tidak membahayakan fisik maupun akal ketika dikonsumsi. 
Tentunya sebagi Muslim yang baik, persoalan halal bukan hanya tentang makanan dan minuman saja, tetapi mengenai banyak aspek dalam kehidupan kita. Kosmetik halal dan wisata halal pun termasuk di dalamnya. Kondisi ini kemudian dilirik sebagai industri halal di dunia. 

Bapak Bambang (Menteri PPN) dan Bapak Ventje (Ketua KNKS)


Dengan berkembangnya industri halal di Indonesia, maka diluncurkanlah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di tahun 2017 yang lalu.

Komite nasional Keuangan Syariah (KNKS) adalah sebuah lembaga yang berfungsi sebagai katalisator perkembangan keuangan syariah dalam skala nasioanl maupun internasional. Didirikan pada 2 Agustus 2016, KNKS diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi syariah.

Bapak Menteri Bappenas bersama jajaran KNKS


KNKS juga bertugas mempercepat, memperluas dan memajukan pengembangan keuangan syariah dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi nasional


Halal Lifestyle Sebagai Bagian Dari Perkembangan Ekonomi Syariah Dunia

Data  yang diliris oleh The State of the Global Islamic economy Report 2018/19, menyatakan bahwa pada tahun 2017 besaran pengeluaran makanan dan haya hidup halal dunia mencapai USD 2.1 triliun dan akan terus meningkat  mencapai USD 3 triliun pada tahun 2023 nanti. 

Pertumbuhan ini terjadi karena peningkatan jumlah penduduk Muslim yang diperkirakan akan terus meningkat hingga 27.5 persen dari total populasi dunia di tahun 2023 nanti. Masya Allah. 

Semakin bertambahnya populasi umat Muslim di seluruh dunia ini akan berdampak pada permintaan produk dan jasa halal yang terdiri dari makanan halal, pariwisata halal, fesyen muslim, rekreasi dan travel halal. Pun dengan farmasi dan kosmetik halal yang permintaannya semakin meningkat.


Ki-Ka: Bapak Ventje rahadrjo, Bapak Bambang PS Brodjonegoro & Bapak Afdal Alianshar
dalam Koneferensi Pers Peresmpian MESKI 2019-2024

Nah, Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar saat ini (yaitu 85 persen dari jumlah populasi dunia), sayangnya belum berperan optimal dalam permintaan ini.  Negara kita hanya mampu bertengger di peringkat 10 sebagai negara produsen produk halal dunia. Padahal halal life style ini justru akan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, loh. 

Prof. Bambang P. S.  Brodjonegoro, selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas sekaligus sebagai Sekretaris Dewan Pengarah KNKS menjelaskan"Sebagai negara dengan populasi Muslim terbanyak, Indonesia menjadi konsumen terbesar produk halal pada pasar internasional. Namun sumbangsih kita dalam memproduksi produk halal dunia masih belum optimal." 

MEKSI: Ketika Indonesia Menjawab Tantangan Halal Lifestyle

"Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi syariah melalui industri halal, diharapkan Indonesia mampu memaksimalkan kearifan lokal dalam menangkap peluang global. Target ekonomi syariah pada tataran domestik adalah peningkatan skala usaha, kemandirian dan kesejahteraan, sementara pada tingkat internasional adalah peningkatan peringkat Global Islamic Economy Indicator (GIEI)”, lanjut Prof. Bambang P. S. Brodjonegoro.

Peresmian Peluncuran MEKSI 2019-2024


Untuk menjawab tantangan dunia terkait halal lifestyle tersebut, Presiden RI memberi arahan untuk menyusuh Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2014 (MEKSI). Arahan langsung dari beliau ini disampaikan pada rapat pleno Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) tanggal 5 Februari 2018 yang lalu. 

Langkah ini juga diharapkan menjadi peta jalan dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia, sehingga dapat mendukung perkembangan ekonomi nasional. 

Peresmian MEKSI 2019-2024


Diluncurkan sekaligus diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo, Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2014, merekomendasikan 4 Strategi Utama untuk mengembangkan enonomi syariah yang terdiri dari:

  1. Penguatan halal value chain yang berfokus pada sektor yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi.
  2. Penguatan sektor keuangan syariah dengan rencana induk yang sudah dituangkan dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah (MAKSI) sebelumnya dan disempurnakan ke dalam rencana induk ini.
  3. Penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama halal value chain.
  4. Penguatan di bidang ekonomi digital perdagangan (e-commerce, market place) dan keuangan (teknologi finansial) sehingga dapat mendorong dan mengakselarasi strategi lainnya.
Masih menurut Menteri Bambang, bukan hanya meluncirkan MEKSI 2019-2024 saja, tetapi juga menyisipkan agenda penandatangan beberapa Memorandum of Understanding (MoU) antara KNKS dengan berbagai lembaga yang mendukung ekonomi syariah Indonesia. 

Salah satu agenda nota kesepahaman tersebut adalah "pengembangan marketplace halal dan produk keuangan syariah melalui platform Digital Marketplace". Tak tanggung-tanggung, dua Unicorn yang menandatangi nota kesepahaman ini adalah Bukalapak dan Tokopedia. 

Indonesia Islamic Economy Festival (IIEFest)



Acara yang bertujuan untuk memperkenalkan industri halal di Indonesia kepada masyarakat ini sebetulnya adalah event pre-launch sebelum MKESI 2019-2024 diluncurkan. Diadakan di Trans Grand Ballroom, Bandung pada tanggal 26 April 2019 yang lalu, acara ini juga sebagai upaya dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup halal. 


Konferensi Press IIFEST bersama KNKS


Acara yang diresmikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) yang juga kepala Beppenas dan dihadiri oleh Kementrian dan lembaga  terkait lainnya ini mempunyai rangkaian kegiatan acara yang menarik. Di antaranya adalah:

  • Talkshow Islamic Edutainment
  • Talkshow Industri Digital Halal
  • Talkshow Islamic Edutainment
  • Talkshow Muslim Modest Fashion
  • Expo Industri Halal
Diramaikan oleh para pelaku industri, regulator, start-up milenial, UKM dan masyarakat umum, acara ini berlangsung meriah. 

5 Klaster Penguatan Nilai Halal

  1. Klaster makanan dan minuman halal.
  2. Klaster pariwisata halal.
  3. Klaster fesyen muslim.
  4. Klaster media dan rekreasi halal.
  5. Klaster farmasi dan kosmetik halal.

Oh ya, lingkup makanan halal ini mencakup dagung, unggas, manisan, makanan kaleng dan beku, susu, roti, makanan organik, produk herbal serta minuman.


Contoh lingkup klaster makanan halal (foto: dok. pribadi)


Seperti tadi yang saya bilang, bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar dan ini membuat negara kita mempunyai otoritas sertifikasi halal yang sepenuhnya yang saat ini masih ditangai oleh LPPOM MUI. Namun, di akhir tahun 2019 nanti seluruh otoritas sertifikasi halal akan disertakan pada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau BPJH.

Semoga langkah ini bisa mendongkrak produsen makanan, terutama dalam skala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk melakukan sertifikasi halal ya. Karena menurut Undnag-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal akan efektif berlaku mulai bukan Oktober 2019. Hal ini juga akan mendongkrak peringkat Indonesia sebagai produsen makanan halal di Indonesia. 

Menurut laporan LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia), Indonesia adalah negara pengimpor pangan halal terbesar ke-4 di dunia. 

Jika sampai waktu tersebut pelaku usaha belum melakukan sertifikasi halal, para pelaku UMKM ini akan terkena sanksi berupa denda atau pun sanki pidana sebagaimana ketentuan Pasal 56 dan Pasal 57 UU JPH. 



Sertifikasi Halal Makanan dan Minuman Penting Untuk Melindungi Produsen & Konsumen
(Foto: Dok. Pribadi)

Nah, kayaknya saya juga harus mendaftarkan produk saya ke lembaga terkait agar mendapat sertifikat halal. Ini akan menjadikan produk saya aman untuk dikonsumsi dan memberi kenyamanan untuk calon konsumen, karena produk yang halal insya Allah baik dan berkah. Aamiin.

Sebetulnya untuk urusan sertifikasi kehalalan produk makanan dan minuman ini tidak hanya berlaku di Indonesia saja, loh. Malaysia sudah sejak lama membentuk Badan Otoritas Halal Internasional yang mengatur dan mengawasi lembaga sertifikasi dan melarang perilaku mencari keuntungan. Sementara Turki mempunya Otoritas Akreditasi Halal. Spanyol, Kyrgystan dan Filipina masuk ke dalam Forum Akreditasi Halal Interansional yang dipimpin oleh Uni Emirat Arab.

Jadi, jangan resah dan curiga ya, gaes. Karena sertifikasi halal ini memang perlu diberlakukan untuk melindungi produsen serta konsumennya. Juga demi prestasi Indonesia di mata dunia sebagai produsen halal. 

Lalu bagaimana mengetahui apakah produk makanan dan minuman yang akan kita konsumsi itu halal? Saya punya sedikit tips untuk melihat kehalalan suatu produk makanan seperti yang tertera di infografis berikut ini. 
ot.  


Jadi sekarang kita sama-sama tahu bahwa memilih makanan halal bukan saja sebagai kewajiban seorang Muslim yang taat, tapi juga berkembang sebagai halal lifestyle di era milineal. Hal ini tentu saja mendatangkan banyak manfaat untuk kita. Selain lebih mudah menemukan dan mengonsumsi produk halal di berbagai belahan dunia, ekonomi syariah yang berkembang pesat dan mendorong kemajuan produk lokal halal mempunyai kesempatan untuk dikenal dunia. 

Insya Allah, pemerintah bersama KNKS dengan MEKSI 2019-2024 ini bisa mendukung penuh usaha teman-teman yang bergerak di bidang UMKM agar diberi kemudahan dalam memperoleh sertifikasi halal ataupun dukungan subsidu untuk pembiayaannya sertifiaksi itu sendiri. Aamiin. 

Untuk informasi tentang halall lifestyle atau gaya hidup halal, teman-teman bisa menghubungi KNKS di akun media sosialnya ya. 

Instagram: @KNKS.ID

Twitter: @KNKS_ID

Facebook: Komite Nasional Keuangan Syariah

Youtube: Komite Nasional Keuangan Syariah


Sampai ketemu di tulisan berikutnya ya.

Salam,

Dyah Prameswarie


 d





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca blog saya. Saya akan senang membaca komentarmu. Mohon tidak meninggalkan link hidup ya. :)

Recent

recentposts

Random

randomposts