Resep Tradisional: Dadar Gulung Pandan




Selamat siang yang terik dari Cimahi,


Seperti kutipan di atas yang saya ambil dari buku karangan Fadli Rahman, beberapa kuliner tradisional di Indonesia justru merupakan produk asimilasi dengan budaya luar. Misalnya bakpao, donat, mi, atau bahkan resep sederhana yang akan saya bagikan ini. 



Dadar gulung bisa jadi adalah salah satu produk asimilasi yang berasal dari pancake a la Eropa yang kerap disebut crepes di Perancis. Tapi tenang saja, saya nggak akan membahas dengan bahasa yang njelimet, karena makanan dicerna dengan mulut dan merasuk ke hati.Tsaah, sendu amat 😆. Bukan dengan diksi njelimet sampai bikin pusing.  

Di Perancis, crepes disajikan dengan mentega atau sirup maple. Versi asin, mereka menyajikannya bersama bacon dan keju. Bahan-bahan yang susah didapat kala itu, mendorong juru masak pribumi untuk berkreasi dengan bahan yang melimpah di sekitar mereka. Salah satunya adalah gula merah dan kelapa. 

Seiring berjalannya waktu, dadar gulung masuk dalam salah satu jajanan pasar alias makanan tradisional. Jajanan pasar yang paling gampang dicari dan banyak penggemarnya. Sekarang, isiannya pun beragam. Tidak hanya unti atau parutan kelapa yang dipadukan dengan gula merah yang legit, tapi bisa berupa vla, pisang atau krim. 

Meski bukan salah satu jajanan pasar paling favorit (karena saya masuk dalam tim makanan asin), saya lebih menyukai dadar gulung isi unti. Rasanya lebih legit dan cocok, ketimbang isi vla apalagi krim. 

Kali ini saya membuat dadar gulung pandan, tanpa motif apapun karena sedang malas maksimal, hihihi. Motif yang saya maksud biasanya berupa garis pada dadar yang dibuat dari adonan kulit yang dibuat dengan warna berbeda. 


DADAR GULUNG PANDAN




Bahan Kulit:

250 gram tepung terigu protein sedang
30 gram gula pasir
2 gram garam
1 butir telur
1 sdm mentega cair
460 ml santan kekentalan sedang
180 ml air endapan daun pandan dan suji

Bahan Unti Kelapa:

1 butir kelapa parut
150 gram gula merah, serut
100 ml air
50 gram gula pasir
2 lembar daun pandan, ikat simpul
1 Sejumput garam

Cara Membuat:

1. Buat dadar: campur semua bahan kulit jadi satu, aduk rata. saring agar tidak 
bergerindil. Sisihkan.
2. Panaskan wajan tahan panas ukuran 18 cm. Olesi dengan sedikit
minyak atau margarin. Tunggu sampai panas.
3. Tuang satu sendok sayur adonan kulit, ratakan. 
4. Segera angkat bila pinggiran dadar lepas dari wajan. Sisihkan.
5. Buat unti (isian kelapa): dalam wajan tahan panas, masukkan kelapa parut,
garam, gula merah, gula putih, air dan daun pandan.
6. Aduk rata hingga gula merah mencair. Aduk terus hingga air menyusut.
7. Ambil selembar adonan kulit, beri isian unti, lipat atau gulung.
8. Lakukan hingga semua dadar habis terisi. 
9. Sajikan


Tips:

- Panaskan wajan tahan panas hingga benar-benar panas sehingga terbentuk "keriput" pada dadar. Konon, ini yang membedakan dadar untuk dadar gulung dan dadar untuk risoles yang cenderung memiliki permukaan kulit yang halus.

- Unti kelapa bisa dibuat sehari sebelumnya atau dalam jumlah yang banyak dan disimpan di freezer. Ketika akan digunakan, lakukan proses thawing (didiamkan di suhu ruang) sampai unti tidak beku.


Selamat mencoba ya.

Salam,

Dyah Prameswarie




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca blog saya. Saya akan senang membaca komentarmu. Mohon tidak meninggalkan link hidup ya. :)

Recent

recentposts

Random

randomposts