Senin, 07 Desember 2015

Obsesi Pasta #1: Farfalle

 
Halo,

Masuk hari ketujuh di bulan Desember dan obsesi pasta saya makin menjadi. Semuanya berawal dari apalagi Master Chef Asutralia yang beberapa pesertanya membuat pasta sendiri. Lalu melihat juri Master Chef New Zealand yang dengan mudah membuat ravioli.


Kalau nggak salah, pertama kali bikin awal tahun lalu tapi hasilnya kenyal. Kurang suka. Makin ke sini, makin penasaran. Sampai akhirnya bulan November tahun ini tahu tentang Miyuki Dachi, seorang pasta chef yang bekerja di sebuah restoran di Kanada. Gila! Serius, gila banget tuh orang (maksudnya bukan gila dalam arti sebenarnya ya. lol.). Tapi dia bikin semua pastanya sendiri, dengan tangannya dan bantuan beberapa alat. Bukannya pakai pasta produksi massal alias pabrikan.

Setelah kenal Miyuki, kenal pula The Geometry Pasta yang bukunya ingin sekali saya miliki tapi sayangnya hanya ada di Amazon. Ongkos kirim dan harga bukunya hampir sama dan emnghabiskan lebih dari setengah juta. Argh.

Semua akun pasta chef ini makin menginspirasi saya. Apalagi saya teringat Bruno, tokoh dalam novel The Food of Love, yang membuat pasta. Ada sedikit tips dari Bruno yang sayangnya tidak bisa saya lakukan yaitu mengadoni pasta di atas meja atau papan kayu. Bukan di atas meja marmer. Konon, menguleni adonan pasta di atas meja marmer yang cenderung dingin akan membuat gluten dalam tepung tidak terbentuk sempurna. 

Kali ini yang saya lakukan terinspirasi dari pasta chef yang mengagumkan itu. Saya membuat lembaran pasta dengan dua warna yang disusun jadi empat baris. Kebetulan masih ada puree labu kuning di kulkas. Di buang sayang dan rasa penasaran makin menjadi :D

Warna pink-nya saya dapat dari jus buah naga merah. Sayangnya, karena terburu-buru, saya lupa untuk menyaring sehingga biji-bijinya masih ada :D Tapi jadi bagus juga sih, karena ada motif dots-nya, hahaha.


Kesalahan kedua, garis per warnanya terlalu lebar. Mungkin sekitar 3 cm, padahal seharusnya hanya 2 cm. Jadi ketika dipotong bentuk kotak, pas dijadikan farfalle. Jadi satu farfale akan ada empat garis dengan dua warna. Ini, karena terlalu lebar, akhirnya saya potong juga. Hahaha. Dan berakhir dengan dua warna saja pada satu farfallee. Hmm, PR nih ;)

Kesalahan ketiga, harusnya saya pakai pisau pasta dengan gerigi jadi akan menghasilkan pinggiran yang bergerigi dan cantik. Sayangnya saya belum punya, jadi saya hanya menggunakan pizza cutter saja. Melas banget sih yak, hahaha.

By the way, farfalle sendiri adalah bahasa Italia yang artinya kupu-kupu dalam bentuk jamak. Farfalle turunan kata dari farfalla (kupu-kupu). Ini mengacu pada bentuk farfalle yang memang seperti kupu-kupu.Konon, farfalle berasal dari dua daerah di Italia bagian Utara sana, yaitu Lombardy dan Emilia-Romagna. Pasta dengan bentuk kupu-kupu ini pertama kali diciptakan di abad ke-16 SM. (Sumber: Wikipedia)

Selain dikenal dengan nama farfalle, pasta jenis ini juga dikenal dengan nama bow-tie pasta. Meski cocok dengan segala jenis saus, tapi farfalle cocok disajikan dengan saus dengan krim atau saus berbahan dasar tomat.

Di Italia, setiap daerah memiliki nama lain untuk satu bentuk pasta. Nah, di Modena sendiri, farfalle dikenal dengan strichetti. Jadi jangan bingung ya kalau ada yang menyebut pasta berbentuk kupu-kupu ini dengan nama yang berbeda.

Di postingan lain, akan saya ceritakan tentang sejarah, jenis, bentuk dan saus pasta. Karena panjang, maka anggap saja artikel ini untuk pemanasan. Hahaha.

Resep pumpkin pasta bisa dibaca di sini.

15 komentar:

  1. Menarik ya pastanyaa
    Baru liat pasta warna warni soalnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih ada warna lain, mbak. Ikuti terus postinganku ya :)

      Hapus
  2. Wuih mantabh Mbak bisa bikin fresh pasta sendiri. Cantik bentuknya. Warnanya bisa pakai kombinasi segala macam bahan berarti ya Mbak. Warnanya macem-macem gitu. Makasih Mbak, saya baru tahu yang namanya Farfalle

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bisa pakai jus sayuran untuk kombinasi warnanya :)

      Sama-sama, mbak. Makasih sudah mampir

      Hapus
  3. cantik banget mbakk..g tega makannya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau udah dikasih saus putih mah gak keliatan warnanya jadi tinggal hap :D

      Hapus
  4. Jadi ingat masterchef amerika saat pesertanya disuruh bikin pasta garis hitam dari tinta cumi2. Err.. Kalau aku menyerah duluan kalau begini. Cantik tampilannya, mak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, itu proyek selanjutnya. Bikin item putih :)

      Hapus
  5. baru tau saya bentuk pasta seperti kupu kupu ini, mbak. Warnanya menarik

    BalasHapus
  6. kayak selendang, gak kayak makanan hehehe :D anak-anak mah pasti suka ini yg begini. ulu juga *kode hahaha*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kehabisan hijab, ini bisa dipakai. Wkwkwk

      Hapus
  7. keren, cuman bisa bilang itu.

    Dan mana jatah saya? wkwkwk

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  9. Mbak, sumpah deh aku gemes sama pastamu. Eman gitu buat dimakan. Haha pengen dipajang doank. Aku kebayang jepit rambut anak-anak. Lucuuukkk

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca blog saya. Saya akan senang membaca komentarmu. :)