Me Time ala Kitchen Hero




Taburan tepung di meja marmer, kuning telur yang licin, aroma ragi yang asam dan gurihnya keju. Saya rindu berada di dapur; ber-me time ria di tengah keheningan malam.

Akhir pekan baru saja pergi, weekdays di depan mata dan setumpuk tantangan sudah menanti saya. Belakangan hari Senin sampai Kamis adalah hari yang paling membuat saya kelelahan, baik secara mental maupun fisik. Sejak Al (5 tahun) masuk TK, weekdays adalah hari terberat yang harus saya jalani. Tidak sampai setengah hari sih, dari 24 jam itu, tapi cukup membuat saya bete sepanjang hari, kelelahan dan rasanya ingin segera hari Jumat pagi. -_-

Kalau sudah begitu, saya butuh me time. Sendirian dengan diri saya sendiri, melepaskan penat dan mengembuskan napas panjang lalu kembali berpikir jernih. Piknik? Nope, itu bukan jalan keluar. Pulang piknik pasti capek juga, sampai rumah pekerjaan rumah pasti menggunung. Oh, no. BIG NO.

Lagi pula saya tipe orang introvert, penyendiri. Saya sangat, SANGAT menyukai kesendirian, hanya ada saya dan terigu. Tsaaah :D

Sebagian Hasil dari Me Time di Dapur


Pilihan saya ya masuk dapur, mencoba resep baru. Karena di media sosial banyak sekali resep berseliweran, biasanya saya selalu membuat daftar resep yang ingin saya coba. Resep-resep ini masuk daftar saya bukan karena sedang tren, tapi karena saya penasaran. Biasanya makanan yang sedang digandrungi pecinta baking malah saya skip. Menunggu semua keriuhan reda, baru saya mau mencoba. Aneh memang.

Gagal? Selama rasanya masih enak dan bisa (baca: aman) dimakan, maka jadilah kegagalan yang enak! Hahaha. Biasanya setelah melampiaskan hasrat memasak sesuatu, saya jadi ingin menulis fiksi kuliner. Pokoknya tidak jauh dari kuliner, deh. Dasar tukang makan. :D

Omong-omong, saya punya beberapa tips biar me-time di dapur makin seru, tapi tidak berujung dengan rengekan karena gagal. Udah keluar modal untuk membeli bahan, capek selama proses memasak, kita sama sekali enggak mau berujung kegagalan kan?

1. Buat Daftar Nama Resep yang Ingin Dicoba

Biasanya saya suka kalap ingin mencoba resep ini, resep itu. Sementara kemampuan saya terbatas, baik itu dana, waktu dan fisik. Daftar ini penting (buat saya) supaya tetap berpijak pada kenyataan, bahwa setiap resep istimewa dan elo (saya maksudnya) masih perlu berlatih, Dy! Lol.

2. Pilih Satu Resep yang Termudah

Mulai dari yang paling mudah, coret resep yang rumit dan butuh teknik khusus. Kenapa? Karena ini ME TIME bukan Masterchef :D

Jangan berani mencoba resep yang rumit ketika pertama kali memutuskan untuk belajar masak atau baking. Pilih yang mudah saja, praktis dan murah (hahaha). Jadi ketika ada kegagalan, enggak kecewa banget (alasan macam apa ini -__-). Perlahan, kita bisa meningkatkan tantangan dengan mencoba resep yang lebih rumit.

3. Tulis Resep Secara Lengkap

 Mungkin karena saya tipe orang kinestetis, jadi ketika mempelajari sesuatu harus ditulis baru nyantol di otak, maka resep yang akan saya coba terlebih dahulu saya salin. Memudahkan banget sih, supaya enggak berkali-kali nengok hape atau gawai yang lain. Saya jadi bisa memperlajari bahan dan setiap langkah yang tertulis di resep dengan lebih teliti. Mengurangi risiko gagallah ya.




4. Siapkan Bahan-bahannya

 Saya paling tidak suka ketika di tengah masak atau baking, tiba-tiba baru sadar kalau bahan A habis lalu mesti merelakan waktu untuk pergi ke warung membeli bahan tersebut. Mending sih kalau bahannya bisa digantikan dengan bahan lain, tapi kalau jadi bahan utama (seperti ragi, telur, gula atau mentega) mau enggak mau kan harus beli dulu. Nah beli dulunya ini bisa jadi masalah tak berujung. Pernah karena di warung terdekat bahannya enggak ada, saya harus keliling mini market mencari bahan tersebut. Pulang ke rumah sudah menguap semangat bakingnya.



Berdasarkan pengalaman di atas, sekarang setiap kali memasak atau baking, saya sudah memastikan bahan-bahannya ada di pantri. Menyingkat waktu dan tenaga.

5. Baca Sekali Lagi

Saya tipe orang yang kurang pede ketika mencoba resep yang rumit. Saya juga bukan tipe penganut 'kalau dia bisa, saya juga harus bisa'. Ini mungkin karena saya sudah tahu potensi dan kemampuan saya seperti apa. Nah, ketika sesekali menocba resep yang susah, saya biasanya membacanya berulang kali, membandingkan dengan resep yang lain, sampai akhirnya memutuskan saya akan mencobanya. Bisa sampai berbulan-bulan, seperti saat saya membuat croissant.


Crosissant Kala Itu

6. BAKE!

Setelah semuanya siap, jangan nunggu lagi. Masuk dapur dan mulai masak atau baking. Nikmati setiap waktu 'ajaib' ketika tepung yang polos perlahan membentuk adonan pasta atu roti. Tomat yang ranum perlahan menjadi saus pasta yang lezat. Atau daun pandan yang aromanya meliuk, tiba-tiba menjadi kue putu ayu yang legit. Tahu-tahu jatuh cinta deh sama masak dan baking ;)


Ada banyak cara untuk menghabiskan Me Time, menepi sejenak dari rutinitas yang menghimpit dan mendapatkan limpahan semangat di akhir hari. Di atas adalah salah satu cara saya menghabiskan ME TIME yang punya dua keuntungan, selain melepas penat, keluarga juga mendapatkan sajian enak, lezat dan penuh cinta.

Untuk mencari tahu tentang ME TIME yang enggak selalu mahal, bisa membaca tulisan Mbak Shanty di web KEB, Me Time Emak Blogger Ngapain Ya?

Tulisan ini merupakan Collaborative Blogging Emak-emak Blogger dari kelompok Siti Nurbaya dengan tema Me Time. 




2 komentar:

  1. Ini me time, bukan masterchef hahahahahaaa... Bagi yang suka masak, ngoprek dapur pasti jadi me time yang super menyenangkan ya... Apalagi bisa jadi croissant, srlp.. Bagi doong.

    BalasHapus
  2. Mana foto putu ayu nya... Pasti juga menggoda 😍😍 ah enak bgt jadi anaknya mak Dy hihii...
    Makasih sharingnyaa ya maak^^
    Baking..ku jarang 😅

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca blog saya. Saya akan senang membaca komentarmu. :)

Recent

recentposts

Random

randomposts