Jumat, 23 Juni 2017

Menjeda & Menjadi Kitchen Hero yang Lebih Baik (Resep Lapis Daging Surabaya)


Balas dendam terbaik adalah menjadikanmu lebih baik. - Ali bin Abi Thalib

Halo,

Apa kabar semua? Gimana puasanya? Insya Allah  lancar dan berkah ya. Aamiin. Kali ini sebelum berbagi resep Daging Lapis Surabaya, saya mau cerita sedikit tentang menjeda. 

Apa sih arti jeda?

jeda/je·da/ n 1 waktu berhenti (mengaso) sebentar; waktu beristirahat di antara dua kegiatan atau dua babak (seperti dalam olahraga dan sebagainya); 2 Ling hentian sebentar dalam ujaran (sering terjadi di depan unsur kalimat yang mempunyai isi informasi yang tinggi atau kemungkinan yang rendah);

-- kemanusian penghentian permusuhan sementara demi menegakkan hak-hak asasi manusia; 

-- larik Sas hentian arus ujaran dalam pembacaan sajak yang ditentukan oleh peralihan larik dalam sajak; 

-- penggal jeda larik;


berjeda/ber·je·da/ v 1 berhenti sebentar; 2 ada jedanya; terputus-putus; ada antaranya

Jadi menjeda adalah mengambil waktu untuk berhenti sejenak dari kegiatan yang biasa kita lakukan. Dan sebetulnya itu yang sudah saya niatkan di bulan Ramadan kali ini. 


Ibu Ada Di Sini Untukmu

Beberapa bulan sebelum puasa Ramadan kemarin adalah bulan-bulan hectic dan penuh kerepotan. Ketika saya memutuskan untuk mengembangkan usaha kuliner saya, Ibu Paus Frozen Food itu artinya kelelahan yang mendera dan waktu yang 'terbuang' tanpa Altaz, putra bungsu saya. 

Al adalah tipe anak yang sangat aktif. Selalu bergerak dan mencari aktifitas yang sering membuat saya dan ayahnya lelah setengah hidup. Lebih dari itu, Al membutuhkan teman bermain di rumah. Nah, kalau saya repot memproduksi dan mengurusi bisnis saya maka ada waktu-waktu tertentu di mana saya memintanya bermain sendiri. 

Terdengar normal sekaligus egois -menurut saya-. Karena di akhir hari ketika semua keriuhan di dapur telah usai, saya sudah sangat, sangat lelah. Akibatnya quality times kami berkurang banyak. 

Nah, di bulan Ramadan kali ini sudah saya niatkan untuk lebih banyak memberikan diri saya untuk keluarga. Saya sudah menyelesaikan pekerjaan (menulis beberapa naskah) di awal Ramadan. Jujur, saya hanya ingin fokus pada ibadah dan keluarga. 

Saya hanya ingin mengambil jeda, berlutut di depan Al dan mengatakan, "Al, Ibu ada di sini untukmu."


Sebentuk Cinta Lewat Makanan


Apalah arti menjadi kitchen hero kalau saya tidak bisa memberikan hidangan yang terbaik untuk keluarga. Pun niat ini sudah tertanam di benak ketika menyongsong Ramadan. Ramadan kali ini saya ingin menjeda dari pekerjaan dan meningkatkan kemampuan saya di dapur. Ya, selain ibadah, ada banyak hal yang ingin diraih selama bulan penuh berkah ini kan?



Ide ini tercetus ketika melihat seorang Jamie Oliver yang mengkampeyakan agar ibu-ibu di Inggris sana lebih banyak meluangkan waktu di dapur dan memasak untuk keluarga mereka. Awalnya dahi saya berkerut, meski saya hobi memasak tapi ide 'membeli makanan dari luar' adalah hal yang menakjubkan sekaligus saya dambakan. Kalau bisa membeli kenapa harus membuatnya?

Ternyata ini berdampak pada hubungan psikologi dan komunikasi dalam keluarga. Lewat makanan yang dimasak sendiri, sang ibu bisa menyalurkan perhatian dan sebentuk cinta untuk anak dan suami. Dan yang jauh lebih penting lagi adalah saya (dan juga Anda) punya kesempatan lebih besar untuk memilih bahan yang berkualitas dengan kandungan gizi yang baik untuk keluarga. Ini adalah hal besar yang tidak kita dapatkan dari membeli makanan dari vendor. Menarik ya?

Maka ketika melihat 'kampanye' sebuah produk kecap dari perusahaan ternama yang sudah malang melintang di jagat kuliner, saya tertantang untuk ikuta jadi lebih baik  kecap Indofood.

Apalagi di momen Ramadan kali ini, yang sepertinya buat saya tidak bisa untuk keluar dan berburu makanan. Buat saya sih, dengan kondisi sekarang, lebih memasak sendiri hidangan favorit selama Ramadan. Toh menunya bisa bervariasi dan menggunakan kecap Indofood.



Saya bukan penggemar makanan bercita rasa manis yang dominan, tapi suami saya suka. Menu favoritnya yang juga di-klaim sebagai signature dish saya adalah Semur Daging khas Surabaya. Semur daging yang biasa saya masak adalah jenis semur yang berkuah cukup banyak dengan cita rasa manis, asin, asam dan sedikit sengatan pedas dari cabai merah yang diiris tipis dan dimasukkan terakhir ketika semur sudah matang. Umami!


Nah, yang selalu saya sediakan untuk menemani aneka gorengan (bakwan sayur, tahu isi, risol dan sebagainya itu) ketika berbuka puasa di bulan Ramadan adalah sambal kecap. Saya lebih menyukai sambal kecap dengan irisan cabai rawit dan bawang putih goreng yang gurih. Aroma kecap dan bawang putihnya sungguh menggoda. Biasanya saya membuat sambal kecap dalam jumlah cukup banyak dan disimpan di dalam wadah kedap udara. Ketika ingin menggunakan, tinggal menuang dalam tempat sambal dan dikucuri dengan perasan jeruk nipis. Aroma asamnya melayang-layang di udara, segar dan menggoda. 



Sambal kecap ini bisa jadi pelengkap berbagai jenis hidangan. Dari mulai bakwan udang alias weci alias ote-ote alias bala-bala sampai sup iga atau sup kacang merah. Hmm, nikmat. Jadi, hidangan Ramadan kali ini benar-benar istimewa kan? ;)



Lapis Daging Surabaya VS  Semur Daging






Ramadan kali ini, untuk menu Sahur saya masih mengandalkan makanan yang berkuah. Selain segar dan menimbulkan semangat saat menyantapnya, makanan berkuah juga penuh dengan cita rasa.

Buat sebagian orang, lapis daging Surabaya ini lebih mirip dengan semur Betawi dengan kuah kental. Bahan dasarnya pun sebagian masih sama. Bawang merah, bawang putih, kemiri sangrai dan kecap manis. Jangan lupa mencari kecap dengan rasa manis yang natural, yang tidak pahit di ujung karena kedelai hitam yang dipakai kurang baik kualitasnya. Pun dengan rasa manis yang mendominasi sehingga menimbulkan rasa yang aneh pada masakan.

Nah yang membuat lapis daging Surabaya ini berbeda adalah penggunaan bahan rahasia yang diajarkan oleh mama. Bahan rahasia ini tidak hanya berpengaruh dalan tekstur tapi juga rasa. Rasa lapis dagingnya jadi gurih alami meski tidak memakai MSG. 

Kali ini saya juga membuatnya berbeda. Saya tambahkan irisan bawang bombay dan cabai merah ketika menumis bumbu halus. Jadi kali ini adalah perpaduan antara semur Betawi dan lapis daging. 

Sedikit tips adalah potong daging dan marinade (didiamkan agar bumbu meresap) minimal satu jam untuk memperoleh tekstur daging yang empuk tapi tidak mudah hancur serta kedalaman rasa. Bumbu marinade-nya cukup merica, garam dan sedikit saja bawang putih bubuk.

Yuk, mumpung Ramadan belum berakhir, perbaiki diri dan terus menjadi lebih baik bersama Kecap Indofood. ;)


LAPIS DAGING SURABAYA






Bahan:

300 gram daging sapi top side

Bumbu Halus:

5 siung bawang putih
8 butir bawang merah
3 butir kemiri sangrai
1 buah cabai merah, buang bijinya, iris tipis menyerong
1 sdt merica
1/2 sdt pala bubuk
1 sdt garam
1/4 sdt kaldu bubuk non msg
1 butir telur, kocok lepas
Minyak untuk menumis
Air secukupnya
Kecap manis Indofood secukupnya

Cara Membuat:

  1. Iris dadu daging sapi. Taburi dengan seidkit garam, merica dan kecap manis. Aduk dan remas daging supaya bumbu meresap. Marinade selama minimal satu jam.
  2. Campur bumbu halus dan telur kocok, aduk rata.
  3. Panaskan wajan tahan panas, tumis bumbu dengan minyak. Aduk sampai bumbu harum. 
  4. Masukkan daging sapi, aduk rata.
  5. Tuang kecap dan air, aduk rata. Tunggu sampai air menyusut dan daging sapi empuk.
  6. Tambahkan garam, merica, pala, kaldu bubuk dan cabai merah iris, aduk rata. 
  7. Lakukan tes rasa. Jika dirasa sudah tepat, angkat dan pindahkan daging.
  8. Hidangkan dengan irisan daun bawang. 


AYAM BAKAR PEDAS MANIS





Bahan:

1/2 kilogram ayam, potong sesuai selera

Bumbu Halus:

5 siung bawang putih
8 buah bawang merah
3 buah cabai merah tanjung, buang bijinya
6 buah cabai rawit merah (bisa dikurangi atau ditambah bila ingin pedas)
2 cm jahe, kupas dan bersihkan
1/4 sdt ketumbar bubuk
1 sdt garam
1/2 sdt kaldu bubuk NON MSG
1/2 sdt gula pasir
5 sdm kecap manis Indofood
Air secukupnya

Bumbu Marinade:

1/4 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1/4 sdt bawang putih bubuk

Rempah Aromatik:

1 lajur serai, ambil bagian putih, keprak
2 lembar daun salam, cuci bersih
4 cm lengkuas, kupas, keprak
Jeruk pecel/nipis/cui 

Cara Membuat:

  1. Bersihkan ayam, tiriskan. Bubuhi dengan bumbu marinade, aduk dan remas agar bumbu meresap. Biarkan minimal satu jam dalam kulkas.
  2. Panaskan double pan. Bakar ayam sebentar saja. Angkat dan sisihkan.
  3. Masukkan bumbu halus ke dalam wajan tahan panas, masukkan ayam dan tuang air secukupnya. 
  4. Masukkan rempah aromatik. Masak hingga ayam matang dan kuah menyusut. 
  5. Lakukan tes rasa. 
  6. Panaskan kembali double pan atau panggangan. Panggang ayam sambil dioles dengan sisa bumbu.
  7. Kucuri dengan perasan air jeruk cui. 
  8. Sajikan

23 komentar:

  1. Sebentuk cinta melalui makanan, sukaaaaak mak. Bagiku juga, mottonya ada pesan cinta dari masakan. Sama yaaa motto kitaa ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalah yang bisa kita sajikan selain cinta. Makasih ya sudah mampir ^^

      Hapus
  2. lapis daging, bala2, sambal kecap...duh semuanya enak banget. jadi pengen :)

    BalasHapus
  3. Memang terasa ada psikologisnya masakan rmh ini trasa sama sy. Ibu sll masak alasannya lebih hemat (anak ibu 5) efeknya sy jd trbiasa makan makanan rmh klo beli harus pilih pilih yg bersih dsb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya kebiasaan Ibu menurun ke kita tuh, mbak. Makasih ya sudah mampir ^^

      Hapus
  4. Belum pernah bikin lapis daging surabaya, jadi pengin coba.
    Karena lewat makanan kita bisa menyalurkan perhatian dan cinta.. aahh laaf this!

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. Yeaaay! Makasih koki Dol sudah mampir ^^

      Hapus
  6. jd pengen nyoba ngolah masakan daging, sampe skrg blm pernah huhu. blm berani :|

    BalasHapus
  7. Jadi ingat waktu mertua nawarin "cobain daging lapis surabaya nih, mba"

    Aku yg lahir di jkt ngeliat masakan beliau, otomatis komen "owh semur daging"

    Hahaha

    BalasHapus
  8. Dan aku kangen nyicipin masakan olahan Dydie nih *modus banget ya :D*

    BalasHapus
  9. duh kitchen hero ini bikin laper pagi2, ada cocolan kecap plus biji2 cabe yg menggoda ituh

    BalasHapus
  10. Aakkk kreatif bgd sih mbk, dipaduin gitu, pengen nyobak aahhh, makasih sharenyaaa, :)

    BalasHapus
  11. Duh, ngebayangin lapis daging sama semur daging ala Chef Dydie jadi "Mouth watering" alias ngeces.

    BalasHapus
  12. Untuk masakan dengan penggunaan kecap yang cukup banyak aku juga suka pake kecap Indofood mbak Dy, menurutku kecap ini manisnya pas, nggak terlalu berlebihan dan eneg. Lidahku juga menangkap ada sebersit rasa asin di kecap ini, inilah yang bedain dg kecap lain (menurutku).

    BalasHapus
  13. Ngileeeerrrr liatnyaaaaaa, nasi mana nasi..

    BalasHapus
  14. Nasi mana nasiiii......kebayang makan lapis daging sama nasi anget,hmmmm

    BalasHapus
  15. Ramadhan memang waktu terbaik untuk ambil jeda dan full ibadaaah mba. Resepnya selau bikin ngileeer

    BalasHapus
  16. Ramadhan memang moment berharga mbaaa! Resepnya asliiii bikin ngileeer hehehe

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca blog saya. Saya akan senang membaca komentarmu. :)