Rabu, 11 Februari 2015

Cheese Scone






I asked the maid in dulcet tone
To order me a buttered scone;
The silly girl has been and gone
And ordered me a buttered scone.


Hai,
Selamat pertengahan Februari. Sudah coba resep apa saja di dapurmu? Sudah menulis berapa halaman? Sudah berapa karya yang dihasilkan? Ooohhh...ok, forget the crap. And enjoy the baking moment shall we. :D

 Oke, ini gara-gara sengaja follow salah satu akun chef di Instagram. Postingannya itu menggugah scent of baking saya. Hihihi. Lah iya namanya juga chef :p 

Well, anyway, beberapa foto akhirnya mausk ke dalam "baking wish list" saya. Ya masuk doang, entah kapan akan dieksekusi. Bisa jebol rekening saya kalau nurutin baking wish list itu -__-" 
Salah satu yang akhirnya saya eksekusi adalah cheese scone. Kenapa cheese scone? Pertama, beberapa waktu yang lalu tantangan di master Chef Australia adalah bikin scone. Pensaran dong. Kedua, bahannya gampang dan ada di kulkas. Ketiga, kayaknya mudah dan...murah. Hahaha.

Mbak Violet ini enggak ngasih resepnya loh, jadi saya harus gugling sendiri. Setelah gugling sana sini, akhirnya memutuskan bikin cheese scone dari all recipe. Dan karena aku dan Afif penyuka keju, jadilah kejunya ditambahin. Hehehe. Sayang enggak ada parmesan :(

Scone ini semacam quick bread yang disajikan dengan single portion. Bahan dasar yang digunakan adalah tepung atau oat dan baking powder. Konon, dulunya scone dimasak dnegan cara dipanggang di atas batu. Nah setelah menemukan baking powder, scone kemudian dimasak dalam oven.

Tidak ada penjelasan asal usul scone, tapi sepertinya sih dari Inggris. Karena sebagai teman minum teh. Siapa yang paling gemar minum teh sore hari kalau bukan orang Inggris coba? Yang kemudian menyebar ke US, Itali, Asutralia dan ke dapurku. Hahaha.Di kemudian hari banyak varian yang muncul dari resep scone dasar. Ada yang menambahan kulit dan air jeruk lemon, apel, labu bahkan kurma. Untuk rasa asin, bisa menambahkan keju, sosis, beef bacon atau smoked beef.

Teksturnya memang tidak lembut seperti roti pada umumnya, tapi enak banget buat sarapan. Denagn secangkir teh atau opi. Oh, caffeine. :3

Ya sudahlah, silakan gugling sendiri mengenai scone ini. Yang jelas, saya mau bikin second batch dan mau eksperimen dikit dengan digoreng, alih-laih dipanggang dalam oven. By the way, di Australia, meode ini kerap dilakukan ketika musim dingin tiba. Selain digoreng dnegan metode deep fry pan.

Cheese Scone

Bahan:

  • 225 gram self rasiing flour (saya pakai all purpose flour)
  • 55 gram mentega atau margarin
  • 25 gram cheddar cheese atau parmesan, parut
  • 150 ml susu 
  • 1/2 sdt baking powder  
  • Sejumput basil, rosemary dan oregano kering
  • Sejumput garam


Cara Membuat:

  1.  Panasan oven 120 derajat C
  2. Dalam baskom, campur terigu, garam, herbs dan baking powder. Aduk rata.
  3.  Masukan mentega.
  4. Aduk sampai mentega berbutir-butir dengan testur seperti pasir. (di tahap ini, bisa memakai pisau pastry atau kalau mau praktis pakai food processor)
  5. Masukan  keju.
  6. Masukan susu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
  7. Kalau adonan terlalu lembek, beri sedikit terigu dan uleni hingga menjadi adonan yang mudah dibentuk. (jangan terlalu lama menguleni, karena suhu hangat di tangan cenderung membuat scone menjadi keras)
  8. Gilas adonan setebal 1 cm, cetak dengan ring cutter.
  9. Letakan di loyang yang sudah dioles mentega dan ditaburi sedikit terigu.
  10. Oles permukaan scone dengan susu.
  11. Panggang selama kurang lebih 20 menit hingga kuning keemasan.
  12. Scone siap disajikan
Resep di atas tidak menggunakan telur. Jika ingin adonan yang lebih fluffy, tambahkan 1 butir telur. 

Pagi ini (12 Februari) saya ingin mencoba resep Ceu Martha Stewart. Sila dicoba dan dibandingkan mana yang lebih disukai ya ;)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca blog saya. Saya akan senang membaca komentarmu. :)